Beberapa minggu sebelumnya, rutinitas saya setelah bekerja hanya diisi dengan rebahan. Bahkan saat weekend pun tidak jauh berbeda: rebahan, scroll media sosial sampai subuh, tidur setelah matahari terbit, lalu bangun menjelang sore. Pola hidup ini benar-benar tidak teratur. Saya mulai merasakan dampaknya pada tubuh—lebih lemas, mudah lelah, sering pusing, perut membuncit karena makan tidak teratur, dan yang paling terasa adalah hilangnya motivasi untuk menjalani hidup.
Di tengah rasa jenuh itu, sempat terlintas pikiran untuk resign. Rasanya tidak ada motivasi sama sekali, sementara mencari pekerjaan pengganti juga membingungkan. Lalu muncul ide untuk mengambil semacam “hiatus”: fokus memperbarui keterampilan sekaligus mencoba menambah penghasilan dari hasil rajutan. Kebetulan di rumah masih banyak benang yang tersisa dari beberapa tahun lalu, belum terpakai karena saya belum punya ide mau dibuat apa.
Namun, keputusan untuk resign bukan hal mudah. Di zaman sekarang mencari pekerjaan baru terasa sangat sulit. Pikiran tentang tidak memiliki pekerjaan dan pemasukan justru lebih menakutkan, membuat saya sering overthinking. Akhirnya, selagi masih bekerja di tempat sekarang, saya mencoba menyicil rajutan. Sudah lama sekali sejak terakhir kali saya merajut, jadi rasanya seperti belajar dari awal.
Saat mencoba lagi, semangat saya sempat turun karena hasil rajutan jauh dari contoh di tutorial. Awalnya saya berusaha membuat secepat mungkin, karena jujur saja pundak dan leher terasa kaku jika merajut terlalu lama. Tapi hasilnya kurang rapi dan tidak enak dipandang. Dari situ saya belajar untuk memperlambat tempo, lebih berhati-hati, dan menjaga ukuran lubang rajutan agar lebih konsisten. Walaupun belum sempurna, ada sedikit peningkatan setelah membuat beberapa produk.
Untuk hasil rajutan, saya akan upload di postingan crochet berikutnya. Selain berlatih merajut, minggu ini saya juga mencoba mengikuti pelatihan software manajemen proyek, yaitu Microsoft Project dan Primavera. Pelatihan berlangsung selama dua hari, masing-masing tiga jam.
Hari pertama dimulai dengan materi Ms Project. Sebelum pelatihan, pemateri sudah membagikan file berisi cara instalasi, tutorial dasar, dan contoh project. Saya sempat membuka file itu dan mencoba belajar mandiri. Namun, ternyata file tersebut hanya berisi langkah-langkah tanpa penjelasan teori atau fungsi tiap tools. Beberapa bagian juga kurang jelas, sehingga saya berhenti di halaman ke-30 dari total sekitar 80 halaman. Saya pikir, mungkin nanti akan lebih mudah dipahami setelah mengikuti penjelasan langsung di pelatihan.
Pelatihan dimulai pukul 7 malam. Awalnya ada pengantar singkat, lalu masuk ke praktik input data. Sayangnya, beberapa peserta mengalami kesulitan instalasi dan sudah menyampaikan di kolom komentar, tetapi pemateri kurang responsif dan tetap melanjutkan materi. Akibatnya, ada peserta yang tertinggal sejak awal.
Pada tahap input data, saya masih bisa mengikuti. Namun setelah 30 menit, materi masuk ke bagian yang sebelumnya sudah membuat saya bingung saat belajar mandiri. Ternyata penjelasan pemateri tetap tidak jelas, banyak langkah yang terlewat, dan beliau menggunakan file project yang sudah jadi. Kami tidak tahu bagaimana cara mengisinya dari awal. Beberapa peserta meminta pengulangan penjelasan, tetapi tidak ditanggapi. Materi tetap dilanjutkan begitu saja.
Akhirnya saya kehilangan semangat untuk mengikuti. Walaupun ada rekaman video yang dibagikan, tetap sulit dipahami karena bagian yang membingungkan tidak pernah dijelaskan.
Hari berikutnya sebenarnya masih ada sesi pelatihan Primavera. Namun, setelah pengalaman di hari pertama, saya sudah kehilangan semangat. Rasa malas muncul, dan akhirnya saya memutuskan untuk tidak mengikuti. Saya memilih menghabiskan waktu dengan berlatih merajut saja, karena terasa lebih menyenangkan dan memberi hasil nyata.
Rekaman video pelatihan memang sudah dibagikan, tetapi sampai sekarang saya belum menontonnya. Rasanya enggan sekali, karena saya sudah terlanjur tidak termotivasi.
Mungkin suatu saat nanti saya akan mencuri waktu untuk kembali belajar aplikasinya, meski entah kapan. Untuk sekarang, saya justru lebih bersemangat merajut. Ada rasa menenangkan ketika benang demi benang mulai membentuk pola, meskipun kadang membuat leher dan pundak terasa kaku, bahkan sesekali menimbulkan sakit kepala. Namun, dibandingkan pelatihan yang membingungkan, rajutan sederhana ini memberi saya kepuasan kecil—sebuah tanda bahwa saya masih mencoba aktif dan produktif dengan cara saya sendiri.
Comments
Post a Comment