Awal Perjalanan Crochet
Saya mulai belajar merajut sejak kuliah, sebelum masa Covid. Saat pandemi datang, saya justru semakin rajin merajut. Dari tas, dompet, strap masker, beanie, bucket hat, hingga pouch — semua saya buat dengan semangat. Waktu itu, saya tidak terlalu peduli dengan estetika atau kerapihan; yang penting bisa dipakai.
Saking semangatnya, saya bahkan membuat rajutan untuk teman-teman kuliah sebagai kenang-kenangan terakhir sebelum lulus. Rasanya menyenangkan bisa memberi sesuatu yang benar-benar handmade.
Percobaan Pertama Menjual
Saya pernah mencoba menjual tas hasil rajutan. Awalnya tidak ada yang beli, sampai akhirnya tante saya membeli satu — mungkin karena kasihan, hahaha. Setelah itu, saya berhenti merajut karena harus bergelut dengan skripsi (dan kemalasan yang menyertainya, seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya).
Semoga perjalanan kecil ini bisa menjadi langkah baru yang lebih konsisten, lebih rapi, dan siapa tahu bisa jadi jalan menuju sesuatu yang lebih besar.
Setelah sekian lama, akhirnya saya ingin mencoba merajut lagi. Kali ini, saya memilih karya kecil yang lebih sederhana: scrunchie dan keychain. Saya sudah membeli beberapa benang dan karet kuncirannya, tinggal memulai saja.
Harapan saya sederhana: semoga bisa konsisten. Saya berencana rajin mengunggah progress crochet di media sosial dan blog ini — mulai dari prosesnya, kesulitannya, hingga hasil akhirnya.
Semoga perjalanan kecil ini bisa menjadi langkah baru yang lebih konsisten, lebih rapi, dan siapa tahu bisa jadi jalan menuju sesuatu yang lebih besar.
Comments
Post a Comment